Jakarta

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir, Bank Mandiri Sebut Atas Permintaan APH

×

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir, Bank Mandiri Sebut Atas Permintaan APH

Sebarkan artikel ini

Kemasberita.com, JAKARTA– Polemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mendapat tanggapan dari Bank Mandiri.

Bank pelat merah itu menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah sekaligus menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan berdasarkan permintaan aparat penegak hukum (APH).

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan bahwa pembekuan rekening tersebut dilakukan dengan mengacu pada regulasi dan prosedur perbankan yang berlaku. Menurutnya, tindakan itu bukan keputusan yang diambil secara independen oleh pihak internal bank, melainkan bagian dari pemenuhan kewajiban hukum atas instruksi aparat penegak hukum.

”Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” kata Adhika Vista, Minggu (23/8/2026).

Ia menambahkan, Bank Mandiri tetap berkomitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), mematuhi berbagai regulasi, serta menjalankan prinsip kehati-hatian dalam setiap kegiatan operasional perbankan.

BACA JUGA :  Kasus Panas! Wandy Roesandy Gugat Bank Mandiri, GMMSH Minta Pengadilan Independen

Namun, hingga saat ini manajemen Bank Mandiri belum menjelaskan secara rinci lembaga penegak hukum yang mengajukan permintaan pemblokiran tersebut. Informasi mengenai berapa lama rekening diblokir maupun mekanisme untuk kembali membuka akses rekening nasabah juga belum disampaikan.

Pemblokiran rekening tersebut dialami Supriyono alias Botok ketika dirinya memimpin aksi demonstrasi bersama puluhan warga Pati di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).

BACA JUGA :  Dugaan Kejahatan Digital di Bank Mandiri, GMMSH: Jangan Ada Tebang Pilih!

Rekening yang diblokir itu diketahui menyimpan dana sekitar Rp80,9 juta. Dana tersebut sebelumnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan operasional, logistik, serta akomodasi para peserta aksi selama berada di Jakarta. Sumber dana berasal dari uang pribadi dan donasi publik.

Tidak hanya rekening perbankan, Supriyono juga mengungkapkan bahwa akun media sosial miliknya mengalami kendala retas pada waktu yang bersamaan.

BACA JUGA :  Surat ke Presiden Dilayangkan, Kasus Dugaan Oknum Bank Mandiri Makin Panas

Kondisi tersebut membuat Supriyono harus bertahan hidup di Jakarta dengan keterbatasan finansial lantaran saldo rekeningnya tidak dapat digunakan. Meski demikian, massa aksi asal Pati bersama jaringan pendukung dari Bogor dan Tangerang tetap memilih bertahan di lapangan.

Mereka mengandalkan bantuan berupa logistik dan bahan pangan yang diberikan masyarakat lokal sebagai bentuk solidaritas.(*)