Kemasberita.com – Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, diguncang tragedi memilukan yang memicu horor di kalangan warga. Sebuah koper merah yang ditemukan di tepi sungai dekat jalan umum pada Kamis siang (23/1/2024) menyimpan misteri kelam.
Ketegangan memuncak saat polisi membuka koper tersebut dan menemukan jasad seorang wanita yang dimutilasi menjadi tiga bagian.
Tragisnya, bagian kepala dan kaki korban tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Korban akhirnya diidentifikasi sebagai UK (29), seorang wanita asal Blitar.
Kehidupan UK yang dikenal sebagai janda dengan dua anak yang diasuh oleh neneknya kini menjadi pusat perhatian.
Sebelum ditemukan tewas, UK sempat pulang ke rumah keluarganya di Blitar setelah bekerja di Tulungagung.
Koper tersebut pertama kali ditemukan oleh Ali Y. Usman, seorang warga yang sedang membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) dekat lokasi.
“Saya awalnya mengira itu hanya paket besar yang jatuh. Tapi, saat melihat bercak darah, saya langsung curiga,” ujar Ali, yang kemudian segera melapor ke polisi.
Saat koper dibuka oleh tim forensik, ditemukan jasad wanita dalam keadaan tanpa busana dan sudah membusuk. Sandal wanita yang juga ditemukan di dalam koper memperkuat identitas korban.
Ayah korban, Nur Khalim, mengungkapkan pertemuan terakhirnya dengan UK hanya berselang lima hari sebelum kejadian.
“Dia selalu menyempatkan pulang untuk bertemu saya. Tapi kali ini, semuanya terasa begitu cepat,” ucapnya penuh duka.
Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik pembunuhan keji yang mengguncang warga Ngawi.
Kasus koper merah ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menyisakan ketakutan bagi masyarakat yang berharap keadilan segera ditegakkan.
Editor: Hendra













