Makassar,// kemasberita.com – Sebuah operasi besar berhasil digelar Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu seberat 3,32 kg dengan nilai fantastis mencapai Rp 4,5 miliar.
Prestasi ini diungkap dalam konferensi pers pada Kamis sore (9/1/2025) di lobi Polrestabes Makassar yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar Brigjen Pol Dr. Mokhamad Ngajib, SIK, MH, didampingi Kasat Narkoba AKBP Lulik Febyantara, SIK.
Kapolrestabes menjelaskan, pengungkapan kasus ini dilakukan pada 6 Januari 2025 dengan menangkap tiga tersangka berinisial RS, HB, dan NR di tiga lokasi berbeda, yakni Panakkukang, Manggala Kota Makassar, serta Kota Parepare.
“Selain tiga tersangka, kami masih memburu dua pelaku lainnya yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni AN dan DN,” ujar Brigjen Pol Ngajib.
Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri atas tiga paket sabu, di mana dua paket masih berbentuk gumpalan besar, sementara satu paket lainnya sudah dipisah-pisah untuk siap diedarkan. Brigjen Ngajib mengungkapkan, total sabu yang disita memiliki potensi merusak hingga 15.000 jiwa.
Menurut Brigjen Ngajib, para tersangka diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkoba nasional yang memiliki kemungkinan keterkaitan dengan sindikat internasional. Barang haram ini rencananya akan diedarkan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dan sekitarnya.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), subsider Pasal 112 ayat (2), juncto Pasal 132 Undang-Undang Narkotika Nomor 32 Tahun 2009. Mereka terancam hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.
Selain mengungkap kasus besar ini, Brigjen Pol Dr. Mokhamad Ngajib juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berpamitan kepada rekan-rekan media dan masyarakat Makassar.
Ia akan segera mengemban tugas baru sebagai Direktur Samapta Korps Sabhara Baharkam Polri.
“Kebersamaan kita selama ini sangat luar biasa. Terima kasih atas dukungan rekan-rekan media dan masyarakat Makassar. Saya memohon maaf jika selama bertugas ada kesalahan, dan mohon doa restu agar saya bisa menjalankan tugas dengan amanah di tempat yang baru,” ungkapnya penuh haru.
Sebagai penutup, Brigjen Ngajib berharap silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap terjaga meski dirinya akan bertugas di wilayah berbeda.
Editor: Hendra













