Makassar

Stop Bom Ikan dan Pukat Harimau, Nelayan Kepulauan Makassar Dihimbau Beralih ke Cara Tangkap Ramah Lingkungan

×

Stop Bom Ikan dan Pukat Harimau, Nelayan Kepulauan Makassar Dihimbau Beralih ke Cara Tangkap Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Stop Bom Ikan dan Pukat Harimau, Nelayan Kepulauan Makassar Dihimbau Beralih ke Cara Tangkap Ramah Lingkungan
Stop Bom Ikan dan Pukat Harimau, Nelayan Kepulauan Makassar Dihimbau Beralih ke Cara Tangkap Ramah Lingkungan

Kemasberita.com – Dalam upaya menjaga kelestarian laut dan menjamin masa depan perikanan yang berkelanjutan, seluruh nelayan di wilayah Kecamatan Kepulauan, Kota Makassar, pada hari Selasa 22/7/2025.

dihimbau untuk meninggalkan praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut seperti bom ikan dan pukat harimau.

Himbauan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas masih ditemukannya penggunaan metode tangkap ilegal yang tidak hanya merusak terumbu karang dan habitat laut, tetapi juga melanggar hukum dan mengancam keberlangsungan sumber daya perikanan.

“Kita harus sadar, laut bukan warisan dari nenek moyang, tapi titipan untuk anak cucu kita. Bom ikan dan pukat harimau bisa merugikan semuanya. Kita mungkin untung sekejap, tapi generasi selanjutnya yang menanggung akibatnya,” ujarnya

Nelayan diajak untuk mulai beralih ke metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan, seperti penggunaan alat tangkap selektif dan berkelanjutan.

Langkah ini penting demi menjaga keseimbangan ekosistem laut serta memastikan hasil laut tetap melimpah di masa mendatang.

Himbauan ini juga menjadi ajakan moral dan tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif nelayan sebagai garda terdepan pelestarian laut.

“Mari kita jaga laut kita, mari kita jadi nelayan yang bertanggung jawab. Kita bisa sukses tanpa merusak. Ini bukan hanya soal ikan hari ini, tapi tentang kehidupan esok hari.”

Pemerintah dan aparat penegak hukum pun diharapkan terus memperkuat pengawasan serta memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar bertransformasi menjadi pelaku usaha perikanan yang lebih berdaya saing dan lestari.

Lp, Ivan Ridwan