Makassar, Kemasberita.com – Banjir besar kembali melanda Kota Makassar, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Data terbaru dari Tim Kaji Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar hingga Minggu (22/12/2024) pukul 16.30 WITA menunjukkan jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kecamatan Manggala, mencapai 829 jiwa atau 211 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 12 titik pengungsian, termasuk masjid dan sekolah.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Biringkanaya, dengan 883 jiwa atau 234 KK mengungsi di 12 lokasi. Sementara itu, Kecamatan Panakkukang mencatat 80 jiwa atau 22 KK di 3 titik pengungsian, dan Tamalanrea menampung 92 jiwa atau 18 KK di satu lokasi.
“Ini adalah banjir kedua di musim hujan tahun ini, dan ketinggiannya cukup mengkhawatirkan. Kami harus bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan,” ujar Danny saat meninjau langsung lokasi terdampak di Kecamatan Manggala.
Danny menjelaskan, jika sebelumnya hanya beberapa titik perkotaan yang tergenang, kini hampir seluruh wilayah Kota Makassar mengalami banjir. “Dengan curah hujan tinggi di daerah tetangga seperti Maros, Pangkep, Barru, dan Gowa, kiriman air menjadi ancaman serius bagi kita,” tegasnya.
Untuk menghadapi banjir susulan, Pemkot Makassar telah mengerahkan tim gabungan untuk membantu evakuasi warga dan menyediakan layanan kesehatan di pengungsian.
“Kami juga siagakan tim medis untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal dan demam ringan,” tambah Danny.
Pemkot juga memastikan ekosistem darurat bencana berjalan optimal.
“Alhamdulillah, kondisi pengungsi sejauh ini rata-rata sehat.
“Saya harap warga segera mencari tempat aman jika hujan deras kembali melanda,” pesannya.
Pemkot Makassar juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga relawan, untuk bekerja sama menghadapi tantangan ini. “Kita harus bersatu untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak bencana,” tutupnya.
Editor: Hendra













