Kolom

Sajak-sajak Pilihan Terbaru

×

Sajak-sajak Pilihan Terbaru

Sebarkan artikel ini
Sajak-sajak Pilihan Terbaru
Ilustrasi

SERIBU DERING TELEPON MENYERBU SAJAKKU

seribu dering telepon
menyerbu sajakku
setiap hari
tanpa beban
tak terlihat wajah garang

mereka mau menulis
pesan syair-syair kelabu
sepanjang abad kesakitan

melalui nomor-nomor
ganjil dan genap
tercatat
lewat kabel jaringan
udara beracun

haruskah kuangkat—
penuh ketakutan
luar biasa

awalnya dari kaki-kaki besi
terjebak pada pinggiran danau tua
berakhir di layar mesin
kurs mata uang
jadi utang piutang

Jakarta, Kamis, 2 April 2026


JELANG APRIL 2026

jelang april 2026
semalaman aku terus dihajar
mimpi-mimpi mengerikan
bersama sajakku
makin terkapar

mungkinkah mimpi-mimpi itu
jadi kenyataan
karena perang rudal
tak kunjung terselesaikan

bahkan telah membakar
semua pengharapan
angan-angan
dalam kesusahan
dan pencobaan

BACA JUGA :  Buku Puisi “Keagungan Kota Suci” Karya Halimah Munawir Jadi Kado Apresiasi Diri di Usia 62 Tahun

aku harus bersabar, pesanmu
di atas kendaraan kemenangan
usianya telah mencapai ribuan
perjalanan
paling menegangkan
menuju tanah kanaan

sebab hanya Tuhan
selalu ada di depan
sehingga jiwaku
makin tenang
seperti tak tergoyahkan

Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026


JAMUR KULIT

jamur kulit mulai bergerak—
tak terlihat
mata telanjang
bahkan melebihi
kecepatan suara

dicumbu
gatal hebat
sampai ke pori-pori sajakku
meleleh perlahan
basah dan lembap

cuaca berubah
di atas ranjang
bertebaran racun bakteri

mengundang jamur kulit
ingin bersetubuh
setelah puasa
hawa napsu

rajin dioles
salep kesunyian
seperti eksim kegelisahan
meradang memerah

jamur kulit
malah menyusup liar
ke dalam dubur
diserbu ratusan cacing
berjoget ria di pentas
dengan seduhan air panas

BACA JUGA :  Buku "Mesir Love Story Di Bawah Langit Para Nabi" Karya Halimah Perkaya Literasi Religi

o, tak kunjung sembuh

Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026


RUMAH SAKIT AWAL TAHUN

rumah sakit awal tahun
terjebak penyakit
dinihari disiram air garam
ditusuk lambung
bertubi-tubi
sampai terkapar
muntah darah
di ranjang maut
mau menjemput

paru-parunya sudah terinfeksi
terekam di layar radiasi
virus yang berakar
dari permukiman liar
di pinggiran Kota Jakarta

tiba-tiba aku panik
dari mana sunyi ini
dapat mencair

(padahal aku baru sembuh
disiksa di atas tempat tidur orang sakit
mau turun ke dunia orang mati)

kini aku kembali disergap
di ruang instalasi gawat darurat
sampai subuh hari
sampai ditampar matahari
membangunkan sepotong angan-angan
yang berkarat

BACA JUGA :  Sajak Pulo Lasman Simanjuntak Menggugat: “Indonesia Darurat Korupsi”

(semalaman aku tak bisa bermimpi
hanya suara bising lalu lalang suara mesin menyeramkan
disiram infus bernanah)

sampai kapan
kabar celaka
selalu muncul
di atas jendela flamboyan
di teras kamar besi lavender
rumah sakit bertingkat
dibungkus air hujan
dibakar tubuh
setiap malam

Jakarta, Senin pagi, 19 Januari 2026


BIODATA

Pulo Lasman Simanjuntak. Karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal dan 50 buku antologi bersama para penyair di seluruh Indonesia. Ia sering diundang membaca puisi di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin serta Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM).

(Pulo Lasman Simanjuntak)