Kemasberita.com – Warga RW 12, Kelurahan Batua, menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan program Urban Farming dan TEBA yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Program ini menjadi solusi inovatif dalam memanfaatkan lahan sempit di kawasan padat penduduk seperti Kompleks Deltamas 2.
Kegiatan ini dipelopori oleh Ketua RW H. Supriadi bersama para Ketua RT, yakni Hari Saptono, Annisyah, SE. Rusli, dan Sulham, serta didukung oleh seluruh warga RW 12. Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diketuai Hj. Ernawati juga berperan penting dalam pengelolaan program ini.
Panen perdana turut dihadiri oleh Lurah Batua, Taufik, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Kompleks Deltamas 2, tepatnya di wilayah RW 12, Kelurahan Batua, Kota Makassar.
Panen perdana dilaksanakan pada Minggu, 3 Mei 2026, setelah melalui proses penanaman dan perawatan yang dilakukan secara rutin oleh warga.
Warga bekerja sama mengelola lahan dengan metode tanam menggunakan polibag dan wadah sederhana. KWT membagi tugas mulai dari penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga pengairan. Sinergi antar RT menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Pada panen perdana tersebut, warga berhasil memanen beberapa komoditas unggulan, di antaranya:
Kangkung yang tumbuh subur dengan hasil melimpah dengan masa panen yang cepat, sedangkan cabai juga telah mulai berbuah.
Selain itu, berbagai tanaman lain juga kini tumbuh subur, seperti buah delima, durian, mangga, daun pandan, jeruk purut, dan daun kemangi yang sisa menunggu masa panen.
Ketua RT 002, Annisyah, SE (Nisya), mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Keberhasilan panen perdana kali ini adalah buah kerja keras kita semua, dan itu sangat membanggakan,” terang Nisya dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Keberhasilan ini membawa dampak positif bagi warga, mulai dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga, mempererat silaturahmi antarwarga, hingga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada panen perdana semata, tetapi terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, warga RW 12 membuktikan bahwa dari lorong sederhana pun dapat lahir gerakan besar yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Editor Atika













