Kemasberita.com // – Seorang warga bernama Sulkifli terkejut mendapati status Kartu Indonesia Sehat (KIS)-nya berubah menjadi “meninggal” setelah pemilu usai.
“Saya Kecewa, Semua Berubah Setelah Pilkada”
Sulkifli mengungkapkan bahwa sebelum Pilkada, KIS-nya masih aktif dan ia menggunakannya untuk layanan kesehatan di Bantaeng. Namun, pasca pemilihan, status tersebut mendadak berubah.
“Saya sangat kecewa. Sebelum Pilkada, KIS saya masih aktif. Setelahnya, tiba-tiba jadi meninggal.
Ungkapan ASN di Grup WhatsApp Bikin Geger
Kasus ini mencuat setelah adik Sulkifli, M. Sofiyan, seorang staf honorer di Dinas Sosial Jeneponto, menemukan percakapan di grup WhatsApp internal dinas.
Dalam percakapan tersebut, seorang oknum ASN secara terang-terangan mengakui telah mengubah status KIS milik Sulkifli sebagai “konsekuensi politik.”
“Katanya ini efek Pilkada. Kalau beda pilihan, ya begini akibatnya. Pilkada lalu juga banyak yang kena,” tulis oknum itu dalam pesan yang viral di media sosial.
Dampak Politisasi Pelayanan Publik
Perubahan status KIS ini memicu amarah masyarakat.
Banyak warga menilai kejadian ini sebagai bentuk politisasi pelayanan publik yang seharusnya netral.
Tanggapan Dinas Sosial: Siap Tindak Tegas Oknum Terlibat
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Sosial Jeneponto, M. Nasuhan, mengaku baru mengetahui kasus tersebut.
Ia berjanji akan segera menyelidiki dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.
“Kami akan melakukan klarifikasi dan menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang terbukti bersalah.
Masyarakat Menuntut Keadilan
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
Warga Jeneponto mendesak pemerintah untuk menjamin netralitas dalam pelayanan publik serta mengembalikan hak KIS Sulkifli dan Sofiyan.
Publik kini menanti tindakan konkret dari pihak berwenang. Warga Jeneponto menunggu jawabannya.
Editor: Hendra











