Daerah

Ekskavator Sany SY215 di Bajo Barat Hangus Terbakar, Diduga Dibakar OTK

×

Ekskavator Sany SY215 di Bajo Barat Hangus Terbakar, Diduga Dibakar OTK

Sebarkan artikel ini
Kembar : Sebuah ekskavator merek Sany terlihat dalam kondisi hangus dan rusak parah. Bagian kabin dan bodi alat berat tampak terbakar hingga menyisakan kerangka, sementara unit berada di area berbatu dan berair.

Kemasberita.com – Sebuah ekskavator merek Sany SY215 yang berada di Desa Tettekang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, hangus terbakar hingga menyisakan kerangka besi. Alat berat tersebut diduga dibakar oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

Informasi mengenai kondisi alat berat tersebut disampaikan Aco. Ia menyebut ekskavator yang sebelumnya masih berada di lokasi kini mengalami kerusakan berat setelah terbakar.

“Ekskavator tersebut sekarang tinggal kerangka besi. Diduga dibakar oleh orang tidak dikenal,” ujar Aco.

Berdasarkan kondisi yang terlihat, bagian kabin ekskavator mengalami kerusakan parah akibat terbakar.

Sejumlah komponen alat berat juga tampak rusak dan menghitam.

Ekskavator Sany SY215 merupakan alat berat dengan nilai ekonomi cukup tinggi. Harga unit baru disebut dapat mencapai kisaran Rp1,4 miliar hingga Rp2,8 miliar, sementara unit bekas dapat berada di kisaran Rp700 juta, tergantung tahun produksi, kondisi dan spesifikasinya.

Dengan nilai tersebut, pembakaran satu unit ekskavator berpotensi menyebabkan kerugian material yang besar. Namun, nilai kerugian pasti dalam peristiwa ini masih perlu dikonfirmasi berdasarkan kondisi dan harga unit saat kejadian.

Aco berharap peristiwa tersebut dapat segera ditangani dan diungkap oleh aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian terkait waktu kejadian, kronologi lengkap, motif pembakaran maupun identitas pihak yang diduga terlibat.

Polisi diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas rusaknya alat berat tersebut.

Kemasberita.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menghadirkan informasi berdasarkan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.