Kolom

Ngobrol Buku Bersama Prof. Munira Hasjim, Bahas Panamaan Etnik Makassar

×

Ngobrol Buku Bersama Prof. Munira Hasjim, Bahas Panamaan Etnik Makassar

Sebarkan artikel ini
Ngobrol Buku Bersama Prof. Munira Hasjim, Bahas Panamaan Etnik Makassar
Penyerahan buku secara simbolis usai diskusi literasi bersama Prof. Munira Hasjim di Perpustakaan Unhas. Dalam pertemuan tersebut dibahas buku Pakdaengang: Panamaan dalam Etnik Makassar serta peluang kolaborasi pengembangan karya dan kegiatan literasi.

Kami ngobrol banyak tentang penulisan buku, kegiatan literasi, dan kemungkinan kolaborasi. Prof. Munira Hasjim berbagi cerita tentang buku Pakdaengang: Panamaan dalam Etnik Makassar, yang beliau tulis tahun 2022.

Saya menimpali bahwa buku ini penting dan akan jadi referensi saya. Karena saya  berencana mengelaborasi puisi Panggil Aku Daeng, yang saya ciptakan tahun 2017, menjadi buku.

Bersama kami, saat itu, Andi Milu Marguna, S.Sos, MM, selaku Ketua Divisi Pengembangan Pustakawan, Kerjasama, dan Pengelolaan Informasi, Andi Nasri Abduh, S.Sos, M.Hum, staf Humas, dan Nurul Fitrihasari R.

Berbagi Kisah di Balik Penulisan Buku

Buku-buku yang saya hibahkan ke Perpustakaan Unhas punya tema yang beragam. Cerita di balik penulisan buku-buku itu juga tak kalah menarik.

Buku Menggugat Politik Perlindungan Anak (Pijar Press, 2015), dan buku Problematika Sosial Anak: Kekerasan, Eksploitasi, dan Anak Berkonflik dengan Hukum (Pakalawaki, 2023), merupakan upaya saya mendiversifikasi isu anak, sebagai bagian dari kerja-kerja advokasi.

BACA JUGA :  Prof Munirah Hasjim: Perpustakaan Unhas Rumah Para Pencari Ilmu dan Ruang Literasi

Buku Pekerja Anak di Pannampu, Makassar (Rayhan Intermedia, 2019), yang merupakan hasil Action Research Anak Jalanan dan Pekerja Anak di Kota Makassar kerja sama Plan Indonesia, tahun 2005, adalah kerja kolektif bersama LSM jaringan dan warga.

Dua tahun kami life in, berbaur dengan masyarakat, dan merasakan dinamika hidup anak-anak pasar yang bekerja di Pasar Pannampu dan TPI Paotere untuk mendapatkan data-data dalam buku itu.

Buku Mozaik Penyiaran: Dari Jurnalisme Hingga Nasionalisme Penyiaran, dari Dinamika Penyiaran Lokal Hingga Penyiaran Pro Publik (MediaQita Foundation, 2018), merupakan sebagian artikel yang sudah dipublikasi di media cetak, semasa saya jadi komisioner KPID Sulawesi Selatan.

BACA JUGA :  Dari Pesan WhatsApp ke Buku, Kisah Astrini Syamsuddin Menulis Tentang Cinta Ilahi

Sementara buku Perda TV Kabel: Sebuah Pengalaman (PT Umitoha Ukhuwah Grafika kerja sama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan, 2014), merupakan dokumentasi draft awal Naskah Akademik Ranperda TV kabel, di mana saya sebagai legal drafternya.

Perda TV Kabel ini merupakan Perda pertama di Indonesia, kala itu.

Masih ada lagi buku Memoar Pustakawan Sejati, yang ditulis Nasyidah, S.Sos, M.AP (Arsy Media, 2026), Pustakawan Ahli Utama pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Bu Nasyidah ini termasuk angkatan pertama Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Non Gelar Ilmu Sosial (Fanogis) Unhas.

Buku lainnya, yakni Media dan Perubahan Politik Represif karya Dr Mansyur Semma, yang saya sunting bersama Dr Arfah Tjolleng, SH, MH. Almarhum Mansyur Semma semasa hidupnya, rupanya pernah pula di Perpustakaan Unhas.

BACA JUGA :  Adil Akbar Sebut Sejarah Sumber Inspirasi Kuat Penulisan Cerpen Kreatif

Masih ada lagi buku Politik dan Rekayasa Bahasa karya Sukardi Weda (MediaQita Foundation, 2015). Buku bunga rampai tulisan Prof Sukardi Weda ini malah jadi judul orasi ilmiahnya saat pengukuhannya sebagai Guru Besar UNM.

Prof Sukardi Weda merupakan salah satu calon Rektor Unhas, dalam pilrek lalu.

Buku-buku lain berupa best practice program inovasi di SD Hang Tuah Makassar, buku reklamasi Pantai Losari melalui proyek Center Point of Indonesia (CPI), serta beberapa judul yang masing-masing punya kisahnya sendiri-sendiri.

Sebelum pamit, saya katakan, setiap buku punya kisahnya sendiri, bagaimana proses kreatifnya, dan mengapa bisa sampai ke saya sebagai editornya.

Tak ubahnya jodoh, buku-buku itu juga seolah punya jalannya, dan menemukan jalannya sendiri, hingga bisa sampai ke tangan pembacanya.